Minggu, 12 Juni 2016

sukses terbesar dalam hidupku



Sukses Terbesar Dalam Hidupku
Kesuksesan sulit untuk didefenisikan ketika kita masih berpikir bahwa kita belum bisa mempunyai uang yang banyak ataupun belum memiliki usaha tanpa bergantung pada orang lain,serta pula ketika kita menyadari bahwa kita belum mampu melakukan apapun dalam hidup yang membuat kedua orang tua bangga pada kita.
Dalam diri saya selalu ada niat untuk membuat kedua orang tua saya bahagia. Melihat dari kondisi orang tua kami yang serba kekurangan, dan berlatar belakang tidak berpendidikan, saya pun mulai berjanji pada diri saya agar kelak hidup saya harus jauh lebih baik dari kedua orang tua saya.
Dengan itu,Setiap kali diadakan kegiatan ekstra atau intra sekolah, saya punk saya selalu berusaha menjadi siswsa yang aktif dalam kegiatan tersebut. Ketika menjelang perlombaan antar sekolah yang dilakukan untuk memeriahkan ulang Tahun NKRI, saya pun ditunjuk untuk mengikuti perlombaan lari marathon, dan akhirnya saya terpilih menjadi juara I dalam perlombaan tersebut. Saya sungguh bahagia karena berhasil membuat kedua orang tua saya bahagia.
Kedua orang tua saya serba kekurangan, tetapi mereka selalu memiliki mimpi yang tinggi untuk menyekolahkan saya.sehingga dengan sekuat dan semampu saya, saya punk berhasil menamatkan Taman Kanak-kanak, hingga pada saat ini,saya berhasil melanjutkan  perkuliahan saya di Universitas Katholik Wydia Mandira Kupang. Ini merupakan sebuah kesuksesan terbesar dalam hidup saya. Walaupun kedua orang tua saya Petani, saya berjanji dengan usaha,kerja keras dan pejuangan saya pasti bisa mewujudkan impian saya dengan menyelesaikan perkuliahan saya dengan tepat pada waktunya. Ada kemaun pasti ada jalan,karena saya memahami , kesuksesan itu berasal dari sebuah usaha, kesungguhan, kesabaran dan pelajaran, seperti apa yang telah saya ungkapkan.

perkembangan anak-anak,remaja dan dewasa



A.perkembangan  Anak-anak
A.Perkembangan fisik
Perkembangan anak-anak merupakan : perkembangan fisik yang ditandai dengan cirri-ciri perut yang menonjol dan tubuh yang berkembang lebih cepat .masa anak-anak mengalami perkembangan yang menunjukan sisi tubuh,hal ini bias melihat bahwa ketika mereka menggunakan tangan lebih cepat dari pada yang lain.
 B.Kemampuan kongnitif
   Menurut piaget ada beberapa tahap  perkembangan yang terjadi pada masa kanak-kanak sampai remaja yaitu: sensorik-motorik (o-2 tahun) praoparasional (2-7 tahun),(7-11 tahun),Operasional formal (11 tahun dewasa).
C.Perkembangan dewasa
Pada mulanya ,anak hanya mengucapkan satu kata misalnya bapak atau mama.setelah itu mereka mulai mengatur kata-kata dalam kalimat dengan menggunakan kata yang sederhana bias disebut seperti makan dan minum  tahap selanjutnya anak mulai belajar tata bahasa dan aturan-aturan dalam membuat kalimat yang sederhana dan juga memakai suara yang tinngi rendah .
D.Perkembangan sosioemosional
Perkembangan social pada masa kanak-kanak tumbuh dari hubungan mereka yang erat dengan orangtua atau termasuk  anggata keluarga,interaksi social diperluas dari rumah ke tetangga,dan dari taman kanak-kanak kesekolah  dasar.
E.Perkembangan Moral
Belajar berprilaku  merupakan salah satu tugas perkembangan yang penting dalam masa kanak-kanak berbeda dengan orang dewasa dalam hal perkembangan kongnitif dan pribadi mereka juga berbeda dalam hal pertimbangan moral
F.Pengajaran sebelum sekolah dan taman kanak-kanak
1.Mendorong perkembangan kongnitif dan bahasa, guru dapat mendorong anak-anak untuk melakukan kegiatan yang bersifat seni yang diperlukan untuk mengerti bahasa simbolnya
2.Mendorong perkembangan sosioemosional,guru memberikan berbagai bahan pelajaran seperti : boneka ,bolok kecil ,pensil warna dan ruang bermain yang mendorong untuk bermain bersama .
*Pengajaran di sekolah dasar
Satu prinsip yang paling pentimg adalah bahwa sebagian besar anak-anak di SD masih dalam tahap prekembangan emosional konkret.karena itu ,mereka kurang mampu untuk berpikir abstrak seperti masa remaja.
B.Perkembangan masa remaja
1.Perkembangan fisik selama di sekolah dasar,perkembangan fisik anak-anak tubuh lebih lambat di bandingkan ketika mereka memasuki kanak-kanak.Anak-anak pada masa ini mengalami perubahan yang relative sedikit.
2.Perkembangan kongnitif,Perpikir logis adalah sifat-sitat atau cirri-ciri  pada masa ini anak-anak dapat membayangkan hasil ramalan secara tepat,meskipun di coba oleh ahli perkembangan dan selama ini banyk orang atau lembaga yang telah mempengaruhi social anak-anak.diantara mereka adalah keluarga ,teman sebaya,teman sekolah maupun tayangan television .pada masa ini hubungan antara teman menjadi sangat penting dalam membuat satu kelompok atau sebuah persahabatan.
C.Perkembangan masa Dewasa
Puncak efesiensi fisik biasanya di capa pada  usia pertengahan dua puluhan,namun kemudian terjadi penurunan lambat laun hingga awal usia 40an .dengan demikian dalam periode penyesuaian ,secara fisik orang mampu menghadapi dan mengatasi  masalah-masalah yang sukar dan paling banyak jumlahnya dalam periode ini.Ketika orang tumbuh menjadi dewasa ,pria dan wanita dewasa telah belajar untuk menerima perubahan-perubahan fisik .meskipun terkadang penampilan seseorang secara fisik tidak bagaimana yang diharapkan ,namun orang tersebut dapat berusaha untuk menjadi dirinya menarik dan bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisiknya .contohnya saja dengan melakukan olahraga  agar fisik tetap bugar dan melakukan diet tertentu ,tidak hanya pada orang yang menderita kegemukan,Namun juga diet pada makanan tertentu juga dilakukan dilakukan pada orang yang ingin menjaga kesehatannya.

Jumat, 13 Mei 2016

Nama        : Vebronia Buik
                                                             No regis     : 13115028
       Kelas          : A

MACAM-MACAM KARAKTERISTIK PADA PESERTA DIDIK YANG PERLU DIPERHATIKAN GURU
            Masing-masing peserta didik atau siswa sebagai individu dan subjek belajar memiliki karakterustik atau ciri-ciri tersendiri. Kondisi yang terdapat pada masing-masing siswa dapat mempengaruhi bagaimana proses belajar siswa tersebut. Dengan kondisi peserta yang mendukung, maka pembelajaran tentu dapat dilakukan dengan lebih baik, sebaliknya pula dengan karakteristik yang lemah, maka dapat menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar.
            Lebih lanjut lagi bahwa keadaan peserta didik bukan hanya berpengaruh pada bagaimana belajar masing-masing peserta didik, namun proses belajar masing-masing siswa dapat mempengaruhi pembelajaran secara keseluruhan serta juga mempengaruhi bagaimana proses belajar peserta didik lainnya. Jika pengaruh positif, maka dapat memberikan efek yang baik bagi proses pembelajaran, namun tentu saja juga terdapat  karakteristik atau keadaan dari siswa yang buruk  dan memberikan pengaruh negatif bagi pembelajaran.
Oleh Karena itu, guru yang memiliki peran sentral dalam pembelajaran secara langsung dapat diharuskan untuk mengetahui karakteristik atau keadaan yang sebenarnya terjadi pada siswa. Dengan demikian, guru dapat mengantisipasi juga mengatasi adanya pengaruh buruk yang mungkin muncul dan berakibat negative bagi pembelajaran. Identifikasi terhadap keadaan dan kondisi siswa baik untuk masing-masing individu maupun keseluruhan mutlak diperlukan yang digunakan untuk pengambilan langkah dan perlakuan, terutama pemilihan strategi, model, media, dan komponen penyusun pembelajaran lainnya.
1.      Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal siswa. Misalnya adalah kemampuan intelektual, kemampuan berpikir, dan lain-lain.
2.       Karakteristik atau keadaan siswa yang berkenan dengan latar belakang dan status sosial.
3.      Karakteristik atau keadaan siswa yang berkenaan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat, dan lain-lain.

Dari macam-macam jenis dan sumber karakteristik atau keadaan yang ada pada siswa ini, guru dapat menentukan data-data apa saja yang perlu diketahui informasinya dan digali dari peserta didik. Kondisi pada peserta didik juga senantiasa dapat mengalami perubahan, guru hendaknya juga harus memantau segala perubahan keadaan yang ada pada siswa, baik sebelum pembelajaran dimulai, saat pembelajaran, hingga paskah pembelajaran dan evaluasi.